Family name : Liliaceae
Species name : Haworthia fasciata
Haworthia fasciata

H. fasciata dikenal dengan nama sukulen zebra karena tampilan daunnya yang bercorak garis putih mendatar menghiasi background daun yang hijau gelap. Ukuran H. fasciata relatif kecil dengan laju pertumbuhan yang lambat. Daunnya berbentuk seperti segitiga dengan ujung lancip yang tumbuh mengelilingi batang semu.

Bunga pada H.fasciata muncul dari sulur yang tumbuh dari tengah batangnya. Bentuk daunnya seperti corong yang terbelah bagian ujungnya, tipikal sukulen dari keluarga liliaceae. H.fasciata memiliki corak yang mirip dengan H.attenuata sehingga banyak grower yang salah menyebut satu sama lain.

Meskipun berdaun keras dan relatif ‘bandel’, sebaiknya H.fasciata diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari melimpah di pagi dan sore hari untuk mejaga warna coraknya tetap cemerlang. Di musim kemarau lakukan penyiraman sampai media basah seluruhnya dan baru menyiram lagi ketika media tanam sudah kering. Di musim penghujan kurangi jumlah penyiraman, karena terlalu lama basah dapat menyebabkan daunnya membusuk.

Perbanyakan lazimnya dari tunas yang tumbuh secara alami. Pisahkan tunas yang sudah cukup besar dan memiliki akar sendiri. Tunas baru bisa langsung ditanam jika luka dari pemisahan dengan induk sudah kering.

H. fasciata vs H. attenuata: Jangan Sampai Tertukar

Banyak grower, bahkan yang sudah lama, masih sering keliru menyebut H. fasciata dan H. attenuata secara bergantian. Padahal cara membedakannya sebenarnya cukup mudah: cukup lihat bagian dalam daunnya. H. fasciata punya permukaan dalam daun yang mulus tanpa tonjolan, sementara H. attenuata punya bintik putih di kedua sisi daun, termasuk bagian dalamnya. Jadi kalau kamu pegang daunnya dan terasa ada tonjolan di sisi dalam, itu attenuata, bukan fasciata.


Penyiraman yang Benar

Prinsip dasarnya sama seperti sukulen pada umumnya: siram sampai media basah merata, lalu tunggu sampai media benar-benar kering sebelum menyiram lagi. Yang sering jadi masalah adalah grower menyiram terlalu sering karena merasa kasihan melihat tanah kering. Padahal H. fasciata justus lebih tahan kekeringan daripada kelebihan air. Tanda paling umum kelebihan air adalah daun bagian bawah yang mulai lunak, berubah warna kekuningan, atau berbau tidak sedap. Kalau sudah begini, segera keluarkan dari pot, periksa akarnya, dan biarkan kering beberapa hari sebelum ditanam ulang.

Di musim hujan seperti kondisi Indonesia, cukup siram sekali seminggu atau bahkan lebih jarang, tergantung seberapa cepat media tanam mengering. Kalau H. fasciata kamu ditaruh di dalam ruangan tanpa sinar matahari langsung, frekuensi siramnya bisa diperpanjang lagi.


Propagasi dari Anakan (Offset)

H. fasciata termasuk tanaman yang rajin beranak. Lama-kelamaan di sekitar tanaman induk akan tumbuh tunas-tunas kecil yang disebut offset atau pup. Tunggu sampai pup tersebut cukup besar, kira-kira minimal sepertiga ukuran induknya, sebelum dipisahkan.

Cara memisahkannya: keluarkan seluruh tanaman dari pot, bersihkan tanah di sekitar akar, lalu pisahkan pup dengan tangan atau pisau bersih. Pastikan pup sudah punya akar sendiri. Biarkan luka bekas potongan mengering selama 1–2 hari di tempat teduh sebelum ditanam di media baru. Setelah ditanam, tahan dulu dari penyiraman selama 3–5 hari agar akar baru terstimulasi untuk tumbuh mencari air.


Apakah H. fasciata Aman untuk Kucing dan Anjing?

Kabar baiknya, H. fasciata termasuk tanaman yang tidak beracun untuk hewan peliharaan maupun manusia. Jadi kalau kamu punya kucing atau anjing yang suka mengendus-endus tanaman, H. fasciata adalah pilihan yang relatif aman untuk ditaruh di dalam rumah. Meski begitu, tetap pastikan hewan peliharaan tidak menggigit atau memakan daunnya dalam jumlah banyak, karena reaksi tiap hewan bisa berbeda.



Lanjutkan membaca


>> Daftar Jenis Sukulen

>> Dimana Sebaiknya Meletakkan Sukulen